Kamis, 20 Desember 2012

Asal Usul Petir dan Pelangi

Sebelumnya, petir dipahami sebagai lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Tapi fisikawan AS menunjukkan medan listrik dalam teori petir yang ada sekarang tidak bisa membesar hingga cukup untuk menghasilkan halilintar. Legenda Yunani kuno, menyebutkan konon bumi ini dikuasai sejumlah dewa, di antaranya adalah Zeus, Dewa Petir. Ia bisa menghukum siapa saja dengan petir yang bisa dilecut dari tangannya. Tiada ampun bagi korbannya. Begitulah legenda. Namun lepas dari semua itu, kasus orang tersambar petir ternyata masih terjadi pada masa sekarang ini, bahkan ada yang mengalaminya beberapa kali. Padahal sudah lebih dari empat abad Benjamin Franklin menaklukkan petir dengan layang-layang yang digantungi kunci. Seperti diketahui, selama ini petir dipahami sebagai lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi. Di alam sekitar kita, petir biasa terjadi pada awan yang tengah membesar menuju awan badai. Begitu besarnya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya. Dan, sebagai akibat udara yang terbelah, sambarannya yang rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar bunyi yang biasa disebut: geluduk, guntur, atau halilintar. Dalam musim penghujan seperti saat inilah awan-awan jenis ini banyak terbentuk. Saat akumulasi muatan listrik dalam awan tersebut telah membesar dan stabil, lompatan listrik (eletric discharge) yang terjadi pun akan merambah massa bermedan listrik lainnya, dalam hal ini adalah bumi. Penghubung yang ‘digemari’, merujuk Hukum Faraday, tak lain adalah bangunan, pohon, atau tiang-tiang metal berujung lancip. Memang belum ada ilmuwan yang pernah mendalami betul bagaimana terjadinya fenomena alam ini. Namun, mereka menduga hingga lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi, ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui. Pertama, pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif; di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif; di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif. Pada bagian bawah inilah petir biasa berlontaran. Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah sekitar 1.000.000 volt per meter. Bayangkan betapa mengerikannya jika lompatan bunga api ini mengenai tubuh makhluk hidup! Akibat kondisi tertentu, bumi yang cenderung menjadi peredam listrik statis, bisa pula ikut berinteraksi. Hal ini dimungkinkan jika pada suatu luasan tertentu terjadi pengonsentrasian listrik bermuatan positif. Apakah itu di bawah bangunan atau pohon. Ketika beda muatan antara dasar awan dengan ujung bangunan/pohon sudah mencapai batas tertentu, akan menjadi suatu kejadian lumrah jika kemudian terjadi perpindahan listrik. Maka secara fisik kita akan melihatnya sebagai petir menyambar bangunan atau pohon. Muatan yang begitu besar selanjutnya akan segera menyebar ke seluruh bagian bangunan/pohon, untuk kemudian menjalar ke tanah dan ternetralisasi pada kedalaman yang mengandung air tanah. Kondisi seperti itu sudah pasti amat berbahaya bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Jika sambarannya tak terlampau kuat, korbannya paling hanya mengalami cidera dan/atau shock. Namun jika serangannya kuat, korbannya akan tewas seketika karena selain terbakar ia akan menjadi ‘penghantar’ listrik yang besarnya mencapai ribuan volt. Kemajuan teknologi sebenarnya telah memungkinkan cara-cara pengendalian arus listrik yang begitu besar dari langit itu. Yakni, dengan penangkal petir di mana arus listrik yang begitu besar ditangkap sebuah atau sejumlah pucuk tembaga runcing lalu dialirkan lewat ‘jalan tol’ berupa kawat tembaga yang terpasang di sisi bangunan dan langsung dibawa menuju air tanah. Menurut penelitian, daerah serbuan petir sendiri tak selamanya merupakan daerah yang dinaungi awan-awan besar. Sejumlah kasus menunjukkan bahwa suatu daerah pernah mendapat sambaran petir hebat meski langit di atasnya bersih dari awan. Contoh paling ekstrem yang pernah dicatat terjadi di Hereford, Inggris. Suatu ketika sebuah petir kuat menyerbu sebuah gedung setelah petir ini menempuh perjalanan sekitar lima mil dari ‘pusatnya’. Dari kejauhan sejumlah saksi melihatnya sebagai pemandangan yang begitu indah sekaligus mengerikan. (Handbook of Unusual Natural Phenomena, 1986). Belum lama ini teori petir tersebut mendapat sangkalan. Menurut laporan website majalah Nature tanggal 17 November lalu, maket yang dibentuk oleh seorang fisikawan Amerika menunjukkan, bahwa medan listrik dalam teori petir yang ada sekarang tidak bisa membesar hingga cukup untuk menghasilkan halilintar, teori tradisional yang berhubungan dengan terjadinya petir dengan demikian dianggap teori yang keliru. Hitungan yang dilakukan oleh Joseph Dwyer dari Institut Teknologi Florida, AS, menunjukkan bahwa jika hanya tergantung pada medan listrik dalam atmosfer, besarnya medan listrik tidak bisa mencukupi untuk menimbulkan petir. Ia mengatakan, “Ini berarti bahwa (teori terkait) harus dimulai dari awal.” Dwyer terutama bekerja dalam bidang penelitian partikel energi tinggi dalam ruang dimensi, namun setelah 2 tahun lalu ia pindah di Florida Tengah sebagai salah satu kawasan di dunia yang paling mudah menimbulkan petir, ia telah terbangkit minatnya atas laporan terhadap ledakan sinar-X dan sinar gamma raksasa, yang berhubungan dengan petir. Radiasi-radiasi energi tinggi ini biasanya hanya mudah dilihat di luar lapisan udara, lagi pula ketika melewati lapisan atmosfer kecepatannya menurun. Sebagian besar ilmuwan percaya, bahwa saat setelah sebuah medan listrik terbentuk di atmosfer, maka petir akan terjadi. Meskipun tidak ada orang yang pernah melihat medan listrik ini, peneliti membayangkan itu hanya dikarenakan mereka tidak melihat petir yang cukup kuat. Ketika Dwyer membuat maket tentang faktor yang menghasilkan radiasi energi tinggi dan melukiskan pembentukan medan listrik dalam cahaya kilat, ia sangat terkejut. Ia mendapati pelepasan sinar gamma dan sinar-X membuat medan listrik menyebar, mencegah medan listrik membesar hingga cukup menimbulkan petir. “Ini mungkin adalah sebuah terobosan teori yang penting,” ujar Martin Uman dari Universitas Florida yang sedang menaruh perhatian meneliti petir. Ia telah memperlihatkan bahwa dalam volume kecil dapat membentuk seberapa besar takaran sinar-X dan sinar gamma. Dalam ledakan petir, ketika arus udara naik dengan arus udara turun mendorong molekul air saling membentur menimbulkan menghasilkan elektron yang mengakibatkan medan listrik bertambah besar. Elektron-elektron ini pada akhirnya bisa mengatasi hambatan yang timbul pada waktu menembus udara, sekaligus dapat menambah kecepatan, dan beberapa elektron kecepatannya mendekati kecepatan cahaya. Menurut maket Dwyer, elektron-elektron berkecepatan tinggi ini saling berbenturan dengan partikel lainnya, saat sebelum terjadi ledakan sinar gamma atau sinar-X yang menyebabkan pelepasan energi dari medan listrik, dapat menembak jatuh lebih banyak elektron, sehingga dengan demikian menurunkan muatan listrik. Dwyer berpendapat, “Bahwa ini benar-benar adalah sebuah batas dasar yang berhubungan dengan tekanan listrik yang bisa bereksis seberapa besar dalam medan listrik.” Dewasa ini, asal mula sesungguhnya tentang petir tetap merupakan sebuah misteri. Kenapa Petir Melengkung ? Tahukah anda, mengapa Pelangi melengkung ? Kenapa tidak bulat / persegi atau yang lainnya ? Pelangi yang indah di langit sedang memanjakan mata kita. Di langit yang masih sejuk akibat tetesan hujan, sungguh sangat membuai hati kita menjadi damai. Tapi pernahkah anda berpikir mengapa pelangi yang indah itu melengkung ? Kenapa tidak bulat/lurus/persegi dll ? Pertama-tama titik-titik hujan membiaskan cahaya tampak dan membuat cahaya putih tersebut terpisah menjadi tujuh warna penyusunnya. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu adalah warna-warna penyusun warna putih. Ternyata untuk melihat pelangi yang indah terdapat berbagai syarat. Syarat pertama ialah kita harus membelakangi sumber cahaya saat melihat pelangi. Dalam hal ini, sumber cahaya yang dimaksud ialah matahari. Syarat kedua ini adalah penyebab mengapa pelangi melengkung yaitu kita harus melihat pelangi dari sudut sekitar 40 derajat selain dari sudut ini pelangi tidak akan terlihat dengan baik. Oleh karena itu, pelangi terlihat melengkung di langit luas. Bayangkan dan anda akan mengerti…

Asal Usul Petir dan Pelangi

Sebelumnya, petir dipahami sebagai lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Tapi fisikawan AS menunjukkan medan listrik dalam teori petir yang ada sekarang tidak bisa membesar hingga cukup untuk menghasilkan halilintar. Legenda Yunani kuno, menyebutkan konon bumi ini dikuasai sejumlah dewa, di antaranya adalah Zeus, Dewa Petir. Ia bisa menghukum siapa saja dengan petir yang bisa dilecut dari tangannya. Tiada ampun bagi korbannya. Begitulah legenda. Namun lepas dari semua itu, kasus orang tersambar petir ternyata masih terjadi pada masa sekarang ini, bahkan ada yang mengalaminya beberapa kali. Padahal sudah lebih dari empat abad Benjamin Franklin menaklukkan petir dengan layang-layang yang digantungi kunci. Seperti diketahui, selama ini petir dipahami sebagai lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi. Di alam sekitar kita, petir biasa terjadi pada awan yang tengah membesar menuju awan badai. Begitu besarnya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya. Dan, sebagai akibat udara yang terbelah, sambarannya yang rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar bunyi yang biasa disebut: geluduk, guntur, atau halilintar. Dalam musim penghujan seperti saat inilah awan-awan jenis ini banyak terbentuk. Saat akumulasi muatan listrik dalam awan tersebut telah membesar dan stabil, lompatan listrik (eletric discharge) yang terjadi pun akan merambah massa bermedan listrik lainnya, dalam hal ini adalah bumi. Penghubung yang ‘digemari’, merujuk Hukum Faraday, tak lain adalah bangunan, pohon, atau tiang-tiang metal berujung lancip. Memang belum ada ilmuwan yang pernah mendalami betul bagaimana terjadinya fenomena alam ini. Namun, mereka menduga hingga lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi, ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui. Pertama, pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif; di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif; di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif. Pada bagian bawah inilah petir biasa berlontaran. Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah sekitar 1.000.000 volt per meter. Bayangkan betapa mengerikannya jika lompatan bunga api ini mengenai tubuh makhluk hidup! Akibat kondisi tertentu, bumi yang cenderung menjadi peredam listrik statis, bisa pula ikut berinteraksi. Hal ini dimungkinkan jika pada suatu luasan tertentu terjadi pengonsentrasian listrik bermuatan positif. Apakah itu di bawah bangunan atau pohon. Ketika beda muatan antara dasar awan dengan ujung bangunan/pohon sudah mencapai batas tertentu, akan menjadi suatu kejadian lumrah jika kemudian terjadi perpindahan listrik. Maka secara fisik kita akan melihatnya sebagai petir menyambar bangunan atau pohon. Muatan yang begitu besar selanjutnya akan segera menyebar ke seluruh bagian bangunan/pohon, untuk kemudian menjalar ke tanah dan ternetralisasi pada kedalaman yang mengandung air tanah. Kondisi seperti itu sudah pasti amat berbahaya bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Jika sambarannya tak terlampau kuat, korbannya paling hanya mengalami cidera dan/atau shock. Namun jika serangannya kuat, korbannya akan tewas seketika karena selain terbakar ia akan menjadi ‘penghantar’ listrik yang besarnya mencapai ribuan volt. Kemajuan teknologi sebenarnya telah memungkinkan cara-cara pengendalian arus listrik yang begitu besar dari langit itu. Yakni, dengan penangkal petir di mana arus listrik yang begitu besar ditangkap sebuah atau sejumlah pucuk tembaga runcing lalu dialirkan lewat ‘jalan tol’ berupa kawat tembaga yang terpasang di sisi bangunan dan langsung dibawa menuju air tanah. Menurut penelitian, daerah serbuan petir sendiri tak selamanya merupakan daerah yang dinaungi awan-awan besar. Sejumlah kasus menunjukkan bahwa suatu daerah pernah mendapat sambaran petir hebat meski langit di atasnya bersih dari awan. Contoh paling ekstrem yang pernah dicatat terjadi di Hereford, Inggris. Suatu ketika sebuah petir kuat menyerbu sebuah gedung setelah petir ini menempuh perjalanan sekitar lima mil dari ‘pusatnya’. Dari kejauhan sejumlah saksi melihatnya sebagai pemandangan yang begitu indah sekaligus mengerikan. (Handbook of Unusual Natural Phenomena, 1986). Belum lama ini teori petir tersebut mendapat sangkalan. Menurut laporan website majalah Nature tanggal 17 November lalu, maket yang dibentuk oleh seorang fisikawan Amerika menunjukkan, bahwa medan listrik dalam teori petir yang ada sekarang tidak bisa membesar hingga cukup untuk menghasilkan halilintar, teori tradisional yang berhubungan dengan terjadinya petir dengan demikian dianggap teori yang keliru. Hitungan yang dilakukan oleh Joseph Dwyer dari Institut Teknologi Florida, AS, menunjukkan bahwa jika hanya tergantung pada medan listrik dalam atmosfer, besarnya medan listrik tidak bisa mencukupi untuk menimbulkan petir. Ia mengatakan, “Ini berarti bahwa (teori terkait) harus dimulai dari awal.” Dwyer terutama bekerja dalam bidang penelitian partikel energi tinggi dalam ruang dimensi, namun setelah 2 tahun lalu ia pindah di Florida Tengah sebagai salah satu kawasan di dunia yang paling mudah menimbulkan petir, ia telah terbangkit minatnya atas laporan terhadap ledakan sinar-X dan sinar gamma raksasa, yang berhubungan dengan petir. Radiasi-radiasi energi tinggi ini biasanya hanya mudah dilihat di luar lapisan udara, lagi pula ketika melewati lapisan atmosfer kecepatannya menurun. Sebagian besar ilmuwan percaya, bahwa saat setelah sebuah medan listrik terbentuk di atmosfer, maka petir akan terjadi. Meskipun tidak ada orang yang pernah melihat medan listrik ini, peneliti membayangkan itu hanya dikarenakan mereka tidak melihat petir yang cukup kuat. Ketika Dwyer membuat maket tentang faktor yang menghasilkan radiasi energi tinggi dan melukiskan pembentukan medan listrik dalam cahaya kilat, ia sangat terkejut. Ia mendapati pelepasan sinar gamma dan sinar-X membuat medan listrik menyebar, mencegah medan listrik membesar hingga cukup menimbulkan petir. “Ini mungkin adalah sebuah terobosan teori yang penting,” ujar Martin Uman dari Universitas Florida yang sedang menaruh perhatian meneliti petir. Ia telah memperlihatkan bahwa dalam volume kecil dapat membentuk seberapa besar takaran sinar-X dan sinar gamma. Dalam ledakan petir, ketika arus udara naik dengan arus udara turun mendorong molekul air saling membentur menimbulkan menghasilkan elektron yang mengakibatkan medan listrik bertambah besar. Elektron-elektron ini pada akhirnya bisa mengatasi hambatan yang timbul pada waktu menembus udara, sekaligus dapat menambah kecepatan, dan beberapa elektron kecepatannya mendekati kecepatan cahaya. Menurut maket Dwyer, elektron-elektron berkecepatan tinggi ini saling berbenturan dengan partikel lainnya, saat sebelum terjadi ledakan sinar gamma atau sinar-X yang menyebabkan pelepasan energi dari medan listrik, dapat menembak jatuh lebih banyak elektron, sehingga dengan demikian menurunkan muatan listrik. Dwyer berpendapat, “Bahwa ini benar-benar adalah sebuah batas dasar yang berhubungan dengan tekanan listrik yang bisa bereksis seberapa besar dalam medan listrik.” Dewasa ini, asal mula sesungguhnya tentang petir tetap merupakan sebuah misteri. Kenapa Petir Melengkung ? Tahukah anda, mengapa Pelangi melengkung ? Kenapa tidak bulat / persegi atau yang lainnya ? Pelangi yang indah di langit sedang memanjakan mata kita. Di langit yang masih sejuk akibat tetesan hujan, sungguh sangat membuai hati kita menjadi damai. Tapi pernahkah anda berpikir mengapa pelangi yang indah itu melengkung ? Kenapa tidak bulat/lurus/persegi dll ? Pertama-tama titik-titik hujan membiaskan cahaya tampak dan membuat cahaya putih tersebut terpisah menjadi tujuh warna penyusunnya. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu adalah warna-warna penyusun warna putih. Ternyata untuk melihat pelangi yang indah terdapat berbagai syarat. Syarat pertama ialah kita harus membelakangi sumber cahaya saat melihat pelangi. Dalam hal ini, sumber cahaya yang dimaksud ialah matahari. Syarat kedua ini adalah penyebab mengapa pelangi melengkung yaitu kita harus melihat pelangi dari sudut sekitar 40 derajat selain dari sudut ini pelangi tidak akan terlihat dengan baik. Oleh karena itu, pelangi terlihat melengkung di langit luas. Bayangkan dan anda akan mengerti…

Rabu, 04 Juli 2012

"Permata Lisan seorang Hamba dalam Cinta"

"Asmara adalah api Allah yang menyala, dimana datang dan perginya adalah dihati"

"Tanda-tanda cinta itu tidaklah samar pada seseorang, seperti halnya pembawa
minyak kasturi wangian bunga semerbak tak dapat dirahasiakan"

"Sesungguhnya hati itu bila telah hilang cintanya maka bagaikan kaca
yang pecah tak dapat di tambal lagi"

"Biarlah ku berbicara padanya dengan secarik kertas dan tarian penaku ini,
barangkali ia mahu menerima cintaku dengan tanpa penyesalan"

"Tiada jalan bagiku padanya selain menyebutnya dengan hati
yang dapat mengobarkan api cinta dan rindu didadaku"

"Sungguh kok andaikan engkau minta saksi akan cintaku padamu
maka basahnya pipiku dengan air mata lebih tepat sebagai saksi"

"Kalau engkau aku ibaratkan dengan bulan purnama yang terbit,
berarti aku mengurangi hakmu sebab engkau lebih elok dan lebih indah"

"Bukan maksud hatiku berpisah denganmu,
akan tetapi kehendak Allah diatas semua maksudku"

"Tak ada tabir penghalang yang dapat menjauhkan harapanku terhadap dirimu.
Langit saja masih dapat diharap cerah ketika tertutup awan"

"Bila aku berbaring seorang diri dikamarku maka seketika itu terlintas bayangmu dalam hatiku"

"Hatipun kini terbakar, airmata berderai sudah, kesusahan makin menumpuk dada dan kesabaran sudah hilang bagaimana bisa ada ketenangan?
pada orang yang tak bisa tenang karena terluka oleh amukan cinta, rindu dan gelisah"

"Kalau engkau aku ibaratkan dengan bulan purnama yang terbit,
berarti aku mengurangi hakmu sebab engkau lebih elok dan lebih indah"

"Asmara seseorang itu dapat menyebabkan dia hina
dan mendamparkannya kesebuah bencana yang panjang"

"PIndahkanlah hatimu kemanapun yang engkau sukai dari cintamu (cinta kepada Allah).
Namun ketahuilah, tak ada cinta selain cinta pertama (cinta kepada Allah).
Banyak sekali tempat dibumi ini yang disukai oleh pemuda (hamba)
Sedangkan kerinduannya selamanya pada tempat tinggal yang
pertama (kembali kepada Allah)"


"Wahai jiwaku, sabarlah jangan bergejolak. Sebab apa yang
di tentukan Allah pasti akan terjadi"


"Bacalah suratku seolah-olah engkau melihatku, dan jika
engkau tidak merasa melihatku maka rasakanlah
aku yang melihatmu"

Kamis, 30 Desember 2010

Ajaran Cinta Sejati Jalaluddin ar Rumi

Ajaran Cinta Sejati Jalaluddin ar Rumi wilson dan persia istana wilsons prose muslims afghanistan Ia berkata, “Siapa itu berada di pintu?” Aku berkata, “Hamba sahaya, Paduka.” Ia berkata, “Mengapa kau ke mari?” Aku berkata, “Untuk menyampaikan hormat padamu, Gusti.” Ia berkata, “Berapa lama kau bisa bertahan?” Aku berkata, “Sampai ada panggilan.” Aku pun menyatakan cinta, aku mengambil sumpah Bahwa, demi cinta aku telah kehilangan kekuasaan. Ia berkata, “Hakim menuntut saksi kalau ada pernyataan.” Aku berkata, “Air mata adalah saksiku, pucatnya wajahku adalah buktiku.” Ia berkata, “Saksi tidak sah, matamu juling.” Aku berkata, “Karena wibawa keadilanmu, mataku terbebas dari dosa.” . Bait-bait syair bernuansa religius di atas adalah nukilan dari salah satu puisi karya Jalaluddin ar-Rumi, penyair sufi terbesar dari Persia. Kebesaran Rumi terletak pada kedalaman ilmu dan kemampuan mengungkapkan perasaannya ke dalam bahasa yang indah. Karena kedalaman ilmunya itu, puisi-puisi Rumi juga dikenal mempunyai kedalaman makna. Dua hal itulah –kedalaman makna dan keindahan bahasa–yang menyebabkan puisi-puisi Rumi sulit tertandingi oleh penyair sufi sebelum atau sesudahnya. Di kalangan para pecinta sastra tasawuf, nama Jalaluddin ar-Rumi tidak asing lagi. Karya-karyanya tidak hanya diminati oleh masyarkat Muslim, tetapi juga masyarakat Barat. Karena itu, tak mengherankan jika karya sang penyair sufi dari Persia (Iran) yang bernama lengkap Jalaluddin Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi ini berpengaruh besar terhadap perkembangan ajaran tasawuf sesudahnya. . Rumi dilahirkan di Kota Balkh, Afghanistan, pada 30 September 1207 M/604 H dan wafat di Kota Konya, Turki, pada 17 Desember 1273 M/672 H. Sejak kecil, ar-Rumi dan orang tuanya terbiasa hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Keluarganya pernah tinggal di Nisabur (Iran timur laut), Baghdad, Makkah, Malatya (Turki), Laranda (Iran tenggara), dan Konya. Meski hidup berpindah-pindah, sebagian besar hidup ar-Rumi dihabiskan di Konya yang dahulu dikenal sebagai daerah Rum (Roma). . Rumi memang bukan sekadar penyair, tetapi ia juga tokoh sufi yang berpengaruh pada zamannya. Rumi adalah guru nomor satu Tarekat Maulawiah–sebuah tarekat yang berpusat di Turki dan berkembang di daerah sekitarnya. Tarekat Maulawiah pernah berpengaruh besar dalam lingkungan Istana Turki Utsmani dan kalangan seniman sekitar tahun l648. Sebagai tokoh sufi, Rumi sangat menentang pendewaan akal dan indra dalam menentukan kebenaran. Pada zamannya, umat Islam memang sedang dilanda penyakit itu. Cinta untuk Tuhan Ar-Rumi dikenal karena kedalaman ilmu yang dimilikinya serta kemampuan dalam mengungkapkan perasaannya dalam bentuk puisi yang sangat indah dan memiliki makna mistis yang sangat dalam. Ia memilih puisi sebagai salah satu medium untuk mengajarkan cinta sejati (Tuhan). Lirik-lirik puisinya banyak mengedepankan perasaan cinta yang dalam kepada Tuhan. Maka itu, tak mengherankan jika ia mengungguli banyak penyair sufi, baik sebelum maupun sesudahnya. Karya-karya puisi ar-Rumi juga mengandung filsafat dan gambaran tentang inti tasawuf yang dianutnya. Tasawufnya didasarkan pada paham wahdah al-wujud (penyatuan wujud). Bagi ar-Rumi, Tuhan adalah wujud yang meliputi. Keyakinan ini tidak selalu merupakan keyakinan terhadap kesatuan wujud yang menyatakan bahwa segala seuatu itu adalah Allah atau Allah adalah segala sesuatu. Kesatuan hamba dengan Tuhan, dalam tasawuf ar-Rumi, dipatrikan oleh rasa cinta yang murni. Pengetahuan mengenai ajaran tasawuf tidak ia pelajari sejak usia dini. Masa kecilnya justru lebih banyak dipergunakan Jalaluddin ar-Rumi untuk menimba ilmu agama, terutama terkait dengan hukum Islam. Pendidikan pertama ar-Rumi diperolehnya dari ayahnya sendiri, Bahauddin Walad Muhammad bin Husin, yang merupakan seorang tokoh dan ahli agama Islam penganut Mazhab Hanafi. Selain itu, ia juga belajar pada Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmuzi, seorang tokoh dan sahabat ayahnya. Atas saran gurunya ini, ia kemudian menimba ilmu pengetahuan di negeri Syam (Suriah). Dengan pengetahuan agama yang luas, ar-Rumi dipercaya untuk menggantikan Burhanuddin sebagai guru di Konya setelah sang guru wafat. Di samping sebagai guru, ia juga menjadi dai dan ahli hukum Islam (fakih). Perubahan besar dalam hidup ar-Rumi terjadi pada tahun 652 H. Di usianya yang menginjak 48 tahun, ia mengubah jalan hidupnya ke arah kehidupan sufi setelah bertemu dengan seorang penyair sufi pengelana, Syamsuddin at-Tabrizi. Ia sangat terpengaruh oleh ajaran sufi itu sehingga ia meninggalkan pekerjaannya sebagai guru dan mulai menggubah puisi serta memasuki kehidupan sufi. Rumi telah menjadi sufi berkat pergaulannya dengan Tabriz. Kesedihannya berpisah dan kerinduannya untuk berjumpa lagi dengan gurunya itu telah ikut berperan mengembangkan emosinya sehingga ia menjadi penyair yang sulit ditandingi. Guna mengenang dan menyanjung gurunya itu, Rumi menulis syair-syair yang himpunannya kemudian dikenal dengan nama Divan Syams Tabriz . Ia juga membukukan wejangan-wejangan gurunya itu yang dikenal dengan nama Diwan Syams Tabriz . Buku ini juga memuat inti ajaran tasawuf ar-Rumi. Di samping termuat dalam Diwan Syams Tabriz , inti ajaran tasawuf ar-Rumi juga banyak dimuat dalam sebuah karya besarnya yang terkenal, al-Masnawi . Buku ini terdiri atas enam jilid dan berisi 20.700 bait syair. Karyanya ini berpengaruh besar terhadap perkembangan tasawuf sesudahnya. Banyak komentar terhadap buku ini yang ditulis oleh para ahli dalam berbagai bahasa, seperti Persia, Turki, dan Arab. Al-Masnawi telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Pertama kali, buku ini diterjemahkan ke bahasa Jerman pada tahun 1849. Namun, yang diterjemahkan hanya sepertiga bagian dari keseluruhan isi Al-Masnawi . Hasil terjemahan dalam bahasa Jerman ini diterbitkan di Kota Leipzig dan mengalami cetak ulang pada tahun 1913. Sementara itu, terjemahan dalam bahasa Inggris oleh Sir James Redhouse pertama kali diterbitkan pada tahun 1881. Kemudian, sebanyak 3.500 baris puisi pilihan dari Al-Masnawi diterjemahkan lagi oleh Whinfield ke dalam bahasa Inggris. Terjemahan puisi pilihan yang terbit di London tahun 1887 ini mendapat perhatian besar dari masyarakat sehingga tahun itu juga dicetak ulang. Volume kedua diterjemahkan oleh Wilson dan diterbitkan di London tahun 1910. Baru pada tahun 1925 hingga 1950, proses penerjemahan buku Al-Masnawi dilakukan secara menyeluruh oleh Reynold Alleyne Nicholson. Selain menerjemahkan buku ini, Nicholson juga menambahkan uraian serta komentarnya untuk melengkapi terjemahannya. Langkah Nicholson yang menerjemahkan karya ar-Rumi ini diikuti oleh salah seorang muridnya, AJ Arberry, yang menerjemahkan sejumlah kisah pilihan yang diterbitkan di London pada 1961. Teori kefanaan Di samping sebagai penyair sufi yang menganut paham wahdad al-wujud , ar-Rumi juga merupakan peletak dasar teori kefanaan. Pendapatnya tentang kefanaan tergambar dari ungkapannya, ”Apakah arti ilmu tauhid? Hendaklah kau bakar dirimu di hadapan Yang Maha Esa. Seandainya kau ingin cemerlang sebagai siang hari, bakarlah eksistensimu (yang gelap) seperti malam; dan luluhkan wujudmu dalam Wujud Pemelihara Wujud, seperti luluhnya tembaga dalam adonannya. Dengan begitu, kau bisa mengendalikan genggamanmu atas ‘Aku’ dan ‘Kita’, di mana semua kehancuran ini tidak lain timbul dari dualisme.” Sementara itu, suasana pada saat sedang fana digambarkan oleh ar-Rumi sebagai berikut. ”Nuh berkata kepada bangsanya, Aku bukanlah aku. Aku bukanlah tiada lain Tuhan itu sendiri. Apabila ke-aku-an lenyap dari identitas insan, tinggallah Tuhan yang bicara, mendengar, dan memahami. Apabila Aku bukanlah aku, adalah aku tiupan napas Tuhan. Adalah dosa melihat kesatuan aku dengan-Nya.” Dalam pandangannya, setiap peristiwa kefanaan selalu diikuti oleh baqa , yaitu tetapnya kesadaran sufi kepada Tuhan. Pada saat sedang baqa , kesadaran akan Tuhan melandasi kesadaran seorang hamba. Kata ar-Rumi, ”Kesadaran Tuhan lebur dalam kesadaran sufi. Bagaimana si awam meyakininya. Pengetahuan sufi adalah garis dan pengetahuan Tuhan adalah titik. Eksistensi garis amat tergantung pada eksistensi titik.” sya/dia/berbagai sumber Tarian berputar sang sufi Selain dikenal sebagai seorang penyair sufi, Jalaluddin ar-Rumi juga merupakan pendiri Tarekat Maulawiah atau Jalaliah. Tarekat ini ia kembangkan bersama sahabatnya, Syekh Hisamuddin Hasan bin Muhammad. Tarekat Maulawiyah atau Jalaliah adalah sebuah tarekat sufi yang terkenal dan banyak dianut di Turki dan Suriah. Di Barat, tarekat ini dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (para darwis yang berputar-putar). Nama itu muncul karena para penganut tarekat ini melakukan tarian berputar-putar yang diiringi oleh gendang dan suling dalam zikir mereka untuk mencapai ekstase . Menurut sebuah riwayat, tarian yang dilakukan oleh Ar-Rumi dilakukan tanpa kesengajaan. Tarian itu justru dilakukannya ketika dirinya merasa sedih sepeninggal gurunya, Syamsuddin Tabriz, yang dibunuh oleh warga Konya. Rumi benar-benar merasakan kehilangan sang panutan, laksana kehidupan tanpa sinar matahari. Hingga pada suatu hari, seorang pandai besi yang bernama Shalahuddin membuat Rumi menari-nari berputar-putar sambil melantunkan syair-syair puitis akan kecintaannya kepada Tuhan dan gurunya. Dari sinilah, Jalaluddin Ar-Rumi menjalin persahabatan dengan Shalahuddin untuk menggantikan kedudukan sang guru. Bersama Shalahuddin yang memukul gendang, Rumi pun menari dan menari untuk mengungkapkan penghambaan dirinya dalam menghibur dan mendekatkan diri pada Tuhan. Sampai meninggalnya, 17 Desember 1273, Rumi tak pernah berhenti menari kerana dia tak pernah berhenti mencintai Allah. Tarian itu juga yang membuat peringkatnya dalam inisiasi sufi berubah dari yang mencintai jadi yang dicintai. Bagian hanya Allah yang layak untuk dicintai. Dari caranya menemukan hakikat cinta untuk Tuhan, Kota Konya yang sempat sepi menjadi ramai kembali berkat tarian-tarian cinta yang berputar untuk Tuhan. Bahkan, banyak pengikut-pengikutnya di berbagai negara di dunia melakukan hal yang sama sebagai bentuk kecintaan kepada sang guru dalam menemukan Tuhan. Suatu hari, Rumi pernah berkata kepada anaknya, Sultan Walad, bahwa Kota Konya akan menjadi semarak. ”Akan tiba saatnya, ketika Konya menjadi semarak dan makam kita tegak di jantung kota. Gelombang demi gelombang khalayak menjenguk mousoleum kita, menggemakan ucapan-ucapan kita.” Kini, perkataan Rumi itu terbukti. Setelah sekian lama terlelap oleh sejarah, Kota Konya hidup kembali berkat sang sufi. ”Kota Anatolia Tengah ini tetap berdiri sebagai saksi kebenaran ucapan Rumi,” tulis Talat Said Halman, peneliti karya-karya mistik Rumi. Kenyataannya memang demikian. Lebih dari tujuh abad, Rumi bak bayangan yang abadi mengawal Konya, terutama kepada pengikutnya, the whirling dervishes , para darwis yang menari. Setiap tahun, pada 2-17 Desember, jutaan peziarah menyemut menuju Konya. Dari delapan penjuru angin, mereka berarak untuk memperingati kematian Rumi, 727 tahun silam. Siapakah sesungguhnya manusia yang telah menegakkan sebuah pilar di tengah khazanah keagamaan Islam dan silang sengketa paham? ”Dialah penyair mistik terbesar sepanjang zaman,” kata orientalis Inggris, Reynold A Nicholson. ”Ia bukan nabi, tetapi ia mampu menulis kitab suci,” seru Jami, penyair Persia Klasik, tentang karya Rumi, Al-Masnawi . Bahkan, cucu ar-Rumi, Sulthanul Auliya Maulana Syekh Nazhim Adil al-Haqqani, kagum dengan kakeknya tersebut. Ia berkata sebagai berikut. ”Dia adalah orang yang tidak mempunyai ketiadaan. Saya mencintainya dan saya mengaguminya, saya memilih jalannya, dan saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang saya cintai, dia begitu indah. Oh , dia adalah yang paling sempurna. Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan mereka adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.”Itulah Jalaluddin a-Rumi, sang sufi penganut cinta sejati untuk Tuhannya.

Ainul Mardiyah

Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka”

Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:”Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?” “Ya, benar, anak muda” kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:”Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga.”
Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.
Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:”Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . .” Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: “Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: “Pergilah kepada Ainul Mardiyah.” Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: “Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . .”
“Assalamu’alaikum” kataku bersalam kepada mereka. “Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?” Mereka menjawab salamku dan berkata: “Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu” Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.
Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: “Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . …”
Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: “Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu.” Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: “Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama”.
Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).

Anakku yang sholeh

Ustaz, saya ingin bertanya: Saya menjaga ibu saya yang uzur Saya membasuh kemaluan ibu saya. Bagaimana dengan puasa saya… . Ustaz bertanya ‘Adakah saudara sudah berkahwin? ‘Pemanggil menjawab ‘Belum Ustaz’ . Ustaz menjawab ‘Palingkan muka kearah lain semasa membasuh kemaluan ibu saudara’… Setelah sambungan putus, kedua-dua Ustaz dan DJ radio memuji-muji kesabaran pemuda pemanggil itu. Saya menitiskan airmata mendengar percakapan itu dan berpikir sungguh beruntunglah siibu yang melahirkan pemuda itu. Alangkah bertuah nya si-isteri mendapat pemuda itu sebagai suaminya Kisah ini berlaku hampir 1 tahun yang lalu, seorang ibu tua dibawa oleh anak lelakinya yang tinggal di kota menziarahi ahli keluarga di sebuah kampung. Sekembali dari tempat ziarah, si ibu kelihatan terburu-buru, pantas berlari keluar dari mobil. Langkahnya agak tergopoh-gopoh menaiki anak tangga rumah. pikir si anak yang masih belum sempat menarik handbrake mobilnya, pasti si ibu bergegas untuk segera menunaikan solat Maghrib kerana azan telah berkumandang di mesjid yang berdekatan. Tapi bila dia mula menjejaki anak tangga, “Subhanallah! ‘Si anak terkejut melihat najis bejejeran di anak tangga dan dilaman rumah.’Mak sakit perut rupanya,’ bisik hatinya. Tanpa berlengah segera disinsingnya lengan baju dan menaikan celana. Najis disodok dan dibuangkan. pipa ditarik lalu dialirkan air menuruni anak tangga. Ibu yang sudah selesai membersihkan diri dan solat Maghrib terburu-buru sekali lagi menanggalkan telekung, mencapai ember dan gayung dalam langkah yang terhencut-hencut cuba menuruni anak tangga. Terpana si ibu di muka pintu melihat anak-anak tangga sudah dibersihkan oleh anaknya,seperti hilang akal sejenak. Tak sembahyang Maghrib ke?’ Tanya siibu kepada si anak dalam keadaan serba-salah. Takapalah mak, saya musafir, Maghrib tu di jamak takhir dengan Isya nanti.’ Si ibu tak terkata apa. Tangan kanan masih memegang ember. Tangan kiri pula memaut grill pintu. Matanya terus memerhatikan si anak, dalam hati penuh sebak dan keharuan, mengucap puji syukur pada Allah kerana anak yang diasuh dari sebesar dua tapak jari, dicucikan najisnya setiap hari itu, buat pertama kalinya menyucikan najis ibunya pula hari ini. ‘Ya Allah! begini mulia rahmatmu mengurniakan hamba mu ini anak yang soleh, dia mengenang jasa Ya Allah! dan membalas budi, aku bersyukur padamu….aku bersyukur pada mu Ya Allah!’ sempat si ibu memanjatkan doa dalam hati.Terasa benar maruahnya dihargai, tawadhuk sungguh mengecapi nikmat kasih……. Rentetan dari peristiwa

Minggu, 26 Desember 2010

BULETIN SEKILAS BIOLOGI


 EKOSISTEM RAWA
Ekosistem rawa dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu

1. Ekosistem rawa gambut
Ekosistem (hutan) gambut ditumbuhi oleh vegetasi yang spesifik atau yang mempunyai ciri khas. Sama halnya dengan hutan rawa. Hutan gambut dengan hutan rawa sering disebut dengan hutan rawa saja. Daerah diantara hutan rawa dan gambut disebut hutan bergambut. Di dalam hutan bergambut terdapat elemen2 hutan rawa dan hutan gambut.
Hutan rawa dan hutan gambut terdapat pada satu daerah, dan biasanya hutan gambut merupakan kelanjutan dari hutan rawa. Disamping itu terdapat perbedaan antara hutan gambut dan hutan rawa yaitu: hutan gambut mempunyai lapisan gambut, yakni lapisan bahan organik yang tebal mencapai 1-2 m, sedangkan hutan rawa tebal bahan organiknya lebih tipis yaitu, sekitar 0, m. Kedua hutan ini selalu hijau dan mempunyai tajuk yang berlapis-lapis dengan berbagai jenis namun tidak selengkap hutan hujan. Biasanya didominasi oleh jenis2 dikotiledoneae dan ketinggian dapat mencapai 30 m terutama sebelah tepinya. Semakin ketengah vegetasi yang ada pada hutan gambut, pohon2nya semakin pendek. Adakalanya dipusat hutan gambut dapat mencapai 2 m, sering berbentuk hutan cebol.
Jenis vegetasi hutan gambut biasanya terdiri dari jenis palmae, pandanus, podocarpus, dan beberapa wakil dari famili yang terdapat pada hutan hujan seperti famili dipterocarpaceae. Ph habitatnya sekitar 3,2 dan bersifat hampir steril kemungkinan merupakan salah satu penyebab jumlah jenis vegetasi yang ada dalam hutan gambut tidak banyak, akan tetapi kebanyakan vegetasi yang khas.
Gambut adalah suatu tipe tanah yang dibentuk dari sisa2 tumbuhan, dan mempunyai kandungan bahan organik yang sangat tinggi. Permukaan gambut seperti kerak yang bersrabut, menutupi bagian dalam yang lembab berisikan potongan2 kayu besar dan sisa2 tumbuhan lainnya.
2. Ekosistem rawa air tawar
Ekosistem air tawar merupakan ekosistem dengan habitatnya yang sering digenangi air tawar yang kaya mineral dengan PH sekitar 6. Kondisi permukaan air tidak selalu tetap, adakalanya naik dan turun, bahkan suatu ketika dapat pula mengering. Ekosistem rawa air tawar ini ditumbuhi oleh beragam jenis vegetasi, hal ini disebabkan oleh terdapatnya beragam jenis tanah pada berbagai ekosistem rawa air tawar. Biasanya dalam ekosistem rawa air tawar tersebut biasanya tidak terdapat benyak jenis pohon. Jenis pohon cenderung berkelompok membentuk komunitas yang miskin jenis.
Bedanya anatara hutan rawa air tawar dan hutan gambut. Pada hutan rawa air tawar tidak terdapat kandungan gambut yang tebal dan sumber airnya berasal dari air hujan dan air sungai.
HUTAN HUJAN TROPIS

Hutan hujan tropis,,,, sangat menarik, merupakan ekosistem yang klimaks klimatik. Tumbuhan yang ada dalam hutan ini tidak pernah menggugurkan daun, kondisinya sangat bervariasi seperti ada yang sedang berbunga, ada yang sedang berbuah, dan ada yang dalam perkecambahan, atau berada dalam tingkatan kehidupan sesuai dengan sifat atau kelakuan masing2 jenis tumbuhan tersebut. Hutan hujan tropis mempunyai jenis vegetasi yang khas daerah tropi basah dan menutupi semua permukaan daratan yang memiliki iklim panas, curah hujan cukup banyak serta terbagi merata.
Pohon2 dari komunitas hutan hujan yang beranekaragam ini, tingginya rata-rata 46-55 m. Adakalanya secara individu mencapai 92 m, dengan bentuk pohon pada umumnya ramping2, tinggi pohon tidak sama, seringkali terdapat tiga lapis pohon2, tetapi kadang2 hanya dua lapis.
Hutan hujan tropis secara garis besar dapat dibagi menjadi;
 Hutan dataran rendah
 Submontane forest
 Montane forest
 Subalpine forest
 Alpine forest



 Buletin biologi kesehatan

GAGAL JANTUNG
Gagal jantung merupaka komplikasi lanjutan dari berbagai penyakit jantung. Hal ini karena pada akhirnya penderita gagal jantung dapat menghadapi resiko meninggal akibat gagal jantung tersebut.
Fungsi jantung adalah memompo darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap oksigen. Gagal jantung berarti jantung tidak dapat memompa cukup darah ke organ2 tubuh lainnya. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan memnuhi kebutuhan oksigen tubuh karena jumlah darah untuk tubuh tidak terpenuhi, akibatnya akan mempengaruhi mekanisme fungsi organ2 lainyya di seluruh tubuh. Gagal jantung terjadi karena otot jantung rusak atau bekerja terlalu berlebihan, hal ini dapat terjadi karena keadaan2 seperti;
 Menyempitnya pembuluh darah yang menyuplai darah ke otot jantung yang disebut sebagai penyakit jantung koroner
 Sesudah serangan jantung atau infark miokrad dengan jaringan perut akan mengganggu kerja otot jantung
 Tekanan darah tinggi
 Irama jantung yang tidak normal
 Bahan-bahan toksik atau beralkohol
 Kelainan katup jantung akibat demam rematik
 Kelainan primer otot jantung yang disebut kardomiopati
 Kelainan jantung atau pembuluh darah sejak lahir
 Infeksi katup jantung

Jadi pada gagal jantung kontraksi otot jantung tidak sekuat seperti keadaan normal sehingga jumlah darah yang dipompa keluar dari jantung setiap denyutan berkurang dan ruang2 jantung berisi darah dalam jumlah berlebihan. Hal ini terjadi karena otot jantung tidak cukup kuat memompa semua darah yang ada di dalam jantung.
Oleh karena jantung tidak dapat memompa secara efisien maka dapat terjadi hal2 sebagai berikut:
 Sirkulasi darah melambat, keadaan ini dapat menyebabkan otot2 tubuh tidak mendapat oksigen sesuai kebutuhan, kadang2 aliran darah ke otak juga berkurang sehingga penderita dapat mengeluh rasa melayang, pusing, atau bahkan pingsan.
 Darah terkumpul di pembuluh balik(vena) sehingga cairan akan keluar dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan pembekakan pada jaringan. Pembengkakan sering terjadi pada kaki atau pergelangan kaki, atau juga dapat terjadi di bagian tubuh lainnya.
 Darah juga terkumpul di pembuluh darah dalam paru2 sehingga bagian dalam paru2 menjadi bengkak dan kaku akibat cairan yang berlebihan. Keadaan ini yang menyebabkan keluhan sesak nafas dan batuk2 terutama jika keadaan orang tersebut berbaring terlentang. Oleh karena itu hati2 jika anda mempunyai keluhan sesak napas mungkin saja kelainan dasarnya dari jantung anda.......
Banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki fungsi pompa jantung dan mengatasi gejala2nya, tetapi gagal jantung tidak dapat benar2 disembuhkan. Salah satu bagian yang penting dari pengobatan adalah pengendalian dengan baik penyakit yang mendasarinya, misalnya tekanan darah tinggi. Pengobatan meliputi perubahan gaya hidup terutama pola makanan dan olah raga................

Jadi wahai saudara/i ku,,,,mari kita jaga kesehatan kita, agar hidup kita terhindar dari berbagai penyakit......!!!!!!!!!!!








MEMBIAKKAN KULIT BUATAN

Kini penderita luka bakar serius bisa dipulihkan lagi. Klinik Percy (rumah sakit khusus pasien luka bakar di paris) berhasil memulihkan luka bakar melalui transplantasi kulit buatan hasil pembiakkan laboratorium.
Pembiakan kulit diawali dengan diambilnya jaringan kulit sehat dari pasien, sampel kulit tersebut diambil dengan alatnya yang disebut dermatotom. Dari sampel kulit tersebut hanya diambil sel2 tanduk yang kemudian dibiakkan. Sel tanduk diperlukan untuk pembentukan lapisan tanduk, juga pembentukan kulit sisik paling atas.
Langkah selanjutnya lapisan epidermis dan dermis dipisahkan dari potongan kulit itu untuk diperbanyak. Fibroblas diberi perancah dari kolagen sapi, setelah enam hari dihasilkan matriks kolagen sendiri, dan bersama kolagen sapi akan terbentuk perancah kulit dermis yang kuat. Di atas perancah itulah sel2 kulit luar disemaikan. Sekitar empat hari persemaian sel kulit atas mulai berambah tebal akibat pertumbuhan dermis dan epidermis, bagian kulit itu dibiarkan terkena udara untuk merangsang terbentuknya permukaan zat tanduk.
Melalui cara ini struktur perancah terbentuk sempurna dan dengan protein tubuh pasien sendiri perancah tersebut bisa diperoleh lagi. Sementara itu protein sapi tidak akan tersisa. Setelah sekitar dua minggu, hingga tiga minggu pada perancah tersebut akan tumbuh banyak pembuluh darah untuk menyuplai kebutuhan hidup lapisan kulit bagian atasnya, selanjutnya lembaran silikon dilepaskan dan digantikan oleh lapisan epidermis tubuh sendiri.